Apa Saja Jenis dan Karakteristik dari Minyak Rem Mobil?

by -14 views
minyak rem mobil

Rem adalah komponen dari mobil yang sangat penting keberadaannya. Karena sangat penting, lebih baik Anda tetap perhatikan segala kondisinya termasuk minyak rem mobil, agar bisa digunakan secara optimal. Kalau remnya rusak atau bermasalah, tentu bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan dan tentu sangat berbahaya bagi pengendaranya.

Salah satu cara untuk merawat rem adalah dengan mencek rutin kondisi minyak remnya. Tapi masih banyak orang yang salah anggapan kalau DOT merupakan salah satu kandungan kimia yang ada di minyak rem mobil. DOT adalah kepanjangan Departement of Transportation. Pastinya dari kepanjangan tersebut diketahui kalau ini berhubungan dengan departemen transportasi di Amerika.

minyak rem mobil

Untuk membedakan titik didih atau bisa dikatakan dengan boiling point, maka diberikan kode khusus, seperti DOT 3, DOT 4, ataupun DOT 5. Berikut beberapa jenis minyak rem mobil pada umumnya.

Minyak Rem Mobil Jenis DOT 3

Jenis minyak rem mobil yang satu ini memakai glikol eter sebagai kandungan bahan kimianya. Di dunia industri minyak rem, kandungan tersebut merupakan salah satu material yang paling murah dibandingkan material lainnya.

Minyak Rem Mobil Jenis DOT 4

Untuk jenis ini, sebenarnya juga terdapat kandungan glikol eter yang kemudian ditambah dengan ester borat sebagai bahan tambahan aditif. Kandungan ekstra tersebut dipakai untuk membantu adanya perbaikan dalam beberapa sifat-sifat yang ada di minyak rem mobil pada umumnya, seperti terjadinya kenaikkan titik didih yang kering serta basah.

DOT 4 ini dianggap lebih stabil dan terbukti mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari DOT 3. Namun ada kelemahannya ketika bersentuhan langsung atau menyerap air, yaitu titik didihnya tiba-tiba menurun secara cepat dan drastis dibandingkan DOT 3.

Dari standar yang dikeluarkan oleh FMVSS116, DOT 4 ini sudah terbukti mempunyai boiling point basah sekitar 155 derajat celcius dan dan boiling point kering 230 derajat celcius.

minyak rem mobil

Minyak Rem Mobil Jenis DOT 5.1

Tidak jarang DOT 5.1 ini sering kali dianggap sebagai DOT 4 plus maupun super DOT 4. Sama dengan DOT sebelumnya, kandungan yang ada di jenis minyak rem mobil ini terdapat glikol eter yang sudah terbukti secara standar DOT 5. Struktur bahan kimia yang dimilikinya sama juga dengan jenis minyak rem mobil sebelumnya, sehingga jenis ini masih bisa dicampurkan dengan dengan jenis DOT 3 dan DOT 4. Anda yang mencampurkannya dengan minyak rem lainnya masih tergolong aman.

Minyak Rem Mobil Jenis DOT 5

Berbeda dengan jenis minyak rem yang sudah disebutkan di atas, jenis ini mempunyai kandungan dasar yang berbeda dengan lainnya, karena menggunakan cairan silikon. DOT 5 lebih diunggulkan karena mampu bertahan pada kondisi korosi atau karatan dan memiliki angka titik didih yang lebih tinggi.

Sudah banyak yang membuktikannya kalau DOT 5 ini tidak mudah menyerap air, sehingga tidak menimbulkan penguapan yang cepat. Sebagian besar kendaraan militer di dunia menggunakan jenis minyak rem ini. Meskipun sudah disimpan selama bertahun-tahun, minyak ini masih tetap bekerja dan sistemnya tetap cepat saat dijalankan.

Karakteristik Utama Minyak Rem

Kalau Anda sudah mengetahui jenis-jenisnya, berikut beberapa karakteristik dari minyak rem.

1. Kompresibilitas rendah

Dengan adanya sifat kompresibilitas yang rendah, rem bisa bekerja dengan lebih optimal saat digunakan. Temperaturnya yang selalu stabil dan kompatibel dengan berbagai tekanan yang terjadi, membuat rem akan berjalan dengan baik juga.

 

Kapan Waktunya Ganti Minyak Rem Mobil?

 

2. Titik didih tetap

Air yang masuk ke dalam komponen rem bisa saja masuk dengan berbagai cara. Salah satu cara yang paling umum terjadi adalah kondensasi. Ketika air yang sudah masuk ke dalam sistemnya, maka terserap secara penuh oleh minyak rem. Kalau sudah terserap, maka titik didih pada minyak rem mobil akan menurun, apalagi yang memakai bahan kandungan yang cepat menurunkannya.

Kalau sudah menurun, maka rem tidak akan bekerja dengan maksimal. Jadi, usahakan mencari minyak rem dengan titik didih tetap

3. Titik beku rendah

Dengan sifatnya yang viskositas, maka segala suhu yang rendah maupun tinggi membuat rem akan tetap konsistendan dan terus bisa diandalkan.

4. Melumasi bagian yang bergerak

Pada bagian remnya, terdapat piston yang mampu bergerak secara bebas saat sedang atau tidak digunakan. Supaya gaya gesekannya bisa berkurang, sebaiknya tambahkan poliglikol sebagai bahan minyak rem untuk pelumasnya. Dengan begitu, pistonnya tetap bisa bergerak dan awet.

5. Kesesuaian dengan material

Sistem pengeraman harus dicocokan antara material dengan minyak remnya. Untuk mengetahuinya, bisa dilakukan tes pemuaian yang harus dilakukan pada temperatur 70°C hingga 120°C. Karet yang dipakai adalah SBR serta EPDM.

6. Aman dari korosi

Minyak rem yang aman adalah adanya bahan anti korosif yang bisa mencegah terjadi karatan pada mesin rem dan metal.

7. Stabil pada suhu dan mencegah oksidasi

Pengereman adalah gaya gesekan pada kendaraan yang mengubah energi kecepatan menjadi panas. Panas yang dihasilkan tentu berdasarkan dari berat dan kecepatan yang dilakukan. Di saat kondisi yang cepat, minyak rem bisa saja mencapai suhu 150°C dan suhu yang tinggi bisa memecah senyawa yang ada.

Karena itulah antioksidan sangat penting supaya menghindari terjadinya oksidasi, sehingga umur rem bisa tetap awet.

Minyak rem mobil mempunyai patokan untuk terus diganti secara rutin. Biasanya setiap 40 ribu km. Akan tetapi, kalau sudah merasa tidak nyaman dengan remnya dan warnanya sudah berubah, lebih baik langsung menggantinya dengan yang baru demi keamanan berkendara Anda. Cek juga apakah sudah cair atau belum, kalau sudah cari, maka tandanya harus segera diganti juga.