Overheating – Cara Agar Mesin Mobil Tidak Cepat Panas

by -60 views
overheating

Ciri – ciri mesin mobil anda mengalami overheating ialah mesin mobil anda mati secara tiba – tiba. Apabila anda tidak pernah memperhatikan temperatur pada spedometer, baik dalam bentuk lampu maupun bentuk jarum untuk indikator temperatur mobil anda. Maka mobil anda bisa mengalami overheating tanpa anda duga.

Apabila anda tidak ingin hal tersebut terjadi, maka anda bisa mencegah naiknya temperatur mesin mobil anda atau supaya mesin mobil anda tidak mengalami overheating, maka anda harus mengetahui tips – tips atau cara – caranya.

Overheating atau naiknya temperatur mesin mobil ialah keadaan dimana mesin mobil sudah tidak dapat bekerja dengan benar, hal ini dikarenakan temperatur mesin mobil berada di atas temperatur normal mesin. Untuk temperatur mesin mobil yang bekerja secara normal, umumnya suhu mesin mobil berada kisaran 85 sampai 95 derajat celcius. Motor cooling fan juga dapat off dan on, sesuai dengan suhu dari mesin. Hal tersebut terjadi apabila anda menggunakan kipas elektrik seperti mobil – mobil yang ada sekarang ini.

Jika anda ingin memeriksa atau merawat pendingin mesin pada mobil anda supaya bisa mencegah overheating pada mesin mobil ialah sebagai berikut:

  • Periksa Kondisi Radiator
    Cara pertama yang bisa anda lakukan untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin, maka anda harus memeriksa lower tank dan juga upper tank pada radiator. Karena lower tank dan upper tank dibuat menggunakan plastik maka tentu saja akan mudah rapuh dan retak pada jarak tempuh tertentu. Terjadinya retakan tersebutlah yang menyebabkan air radiator bocor. Biasanya bagian paling atas yakni upper tank yang akan mengalami kerusakan terlebih dahulu, sebab langsung mendapatkan air panas yang berasal dari mesin.
  • Periksa Kondisi Tutup Radiator
    Pada tutup radiator ada karet – karet yang apabila kerat – karet tersebut mengalami kerusakan atau biasanya mengeras, maka tentu saja air pendingin pada mesin mobil anda akan langsung keluar dari radiator dan tanpa melewati tabung reservoir. Oleh karena itu anda juga harus memeriksa tutup radiator mesin mobil anda. Anda bisa memeriksa tutup radiator pada mesin mobil anda dengan cara memakai radiator cup tester. Cara tersebut bisa anda gunakan untuk mengetahui besarnya tekanan pada relief valve yang ada di radiator mesin yang mulai terbuka. Apabila tidak sama dengan yang ada di tutup radiator mesin mobil, maka akan lebih baik jika anda segera mengganti tutup radiator mesin mobil anda.

overheating

  • Gunakan Radiator Coolant
    Jika anda memanaskan air, maka air panas tersebut akan lebih bereaksi dengan larutan logam atau juga logam. Sehingga jika pada radiator mesin mobil tidak anda beri alat yakni radiator coolant, maka anda akan melihat air yang dihasilkan berwarna kekuningan dan umumnya, warna kekuningan tersebut akan menempel pada radiator. Tentu saja air yang tidak murni akan memiliki kandungan logam yang bisa menyebabkan kerak dan kemudian bisa menghambat saluran tabung radiator dan akhirnya akan menyebabkan mesin mobil mengalami overheating atau kenaikan suhu.Titik penguapan pada air terbilang cukup rendah, yakni sekitar 100 derajat celcius saja. Namun suhu pada mesin bahkan bisa mencapai lebih dari 100 derajat celcius. Sehingga jika anda memakai air guna mengisi air radiator mesin mobil anda, maka akan cepat mengalami penguapan melalui reservoir radiator dan air radiator juga lebih cepat berkurang. Sehingga memang radiator coolant sangat diperlukan pada radiator mesin mobil anda.
  • Periksa Kondisi Slang Radiator
    Slang radiator yang mulai mengeras dan juga saat ditekan dengan menggunakan tangan tidak lagi lentur ialah keadaan dimana slang radiator anda harus diganti dengan yang baru. Umumnya jika slang radiator rusak maka saat anda tekan akan mengeluarkan bunyi.
  • Periksa Kecepatan Angin Kipas Radiator
    Sekarang ini mesin mobil yang modern sudah menggunakan kipas radiator, kipas radiator akan berputar jika saja suhu kerja mesin sudah tercapai. Anda juga harus memeriksa kipas radiator, sebab jika kipas radiator kotor karena debu, daun, atau yang lainnya maka tentu saja kinerja kipas radiator akan berkurang untuk membuang panas mesin. Bukan hanya itu saja, jika kipas radiator kotor maka secara otomatis akan menambah beban motor cooling fan. Kecepatan angin pada kipas radiator juga dipengaruhi oleh motor cooling fan.
  • Periksa Ketinggian Oli
    Menjaga jumlah oli mesin dengan jumlah yang cukup bisa membantu mendinginkan mesin yang bergesekan.
  • Periksa Kondisi V-Belt
    Jika v-belt sudah retak – retak dan rawn putus maka sebaiknya ganti dengan yang baru v-belt anda. Hal ini untuk pencegahan sewaktu – waktu v-belt putus.