Cara Kerja Sistem Pengisian Kendaraan yang Sebaiknya Kamu Tahu

by -64 views
sistem pengisian

Apakah selama ini kamu berpikir bahwa sumber listrik yang mengalir di mobil berasal dari baterai? Ternyata jawabannya bukan, lho. Baterai dalam mobil yang biasa kita sebut dengan aki hanya bertugas untuk menyimpan listrik, bukan menghasilkan listrik. Ada komponen lain yang menjadi sumber listrik. Nah, kira-kira jawabannya apa, ya? Ternyata, jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah sistem pengisian. Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan sistem itu?

Mengetahui apa yang dimaksud dengan sistem pengisian
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem pengisian adalah komponen dalam kendaraan yang bertugas untuk menghasilkan listrik. Nantinya, energi yang dihasilkan akan disalurkan ke semua sistem listrik yang ada dalam kendaraan. Hasil penyaluran itu dipakai untuk sumber arus dan mengisi daya baterai. Energi listrik akan dihasilkan selama mesin dalam kondisi menyala. Hal itu dilatarbelakangi karena sistem mampu berjalan karena ada sumber tenaga berupa putaran mesin. Kamu pasti tahu, ada banyak sekali ornamen kendaraan yang membutuhkan listrik. Mulai dari lampu, klakson, dan lain sebagainya. Sistem pengisian memiliki dua fungsi, yaitu:

1. Memenuhi kebutuhan kendaraan akan listrik ketika mesin dinyalakan
2. Mengisi baterai yang dayanya habis ketik dipakai saat proses menghidupkan mesin

Cara kerja sistem pengisian
Sebelumnya, telah disebutkan bahwa sistem pengisian mulai menyala ketika ada sumber tenaga berupa putaran mesin. Nantinya, putaran mesin akan diubah menjadi energi listrik. Secara umum, cara kerja yang dimiliki oleh sistem pengisian hampir sama dengan cara kerja yang dimiliki oleh generator. Agar sumber tenaga berupa putaran mesin bisa diubah menjadi tenaga listrik, dibutuhkan sebuah komponen yang bernama altenator.

Fungsi yang dimiliki oleh altenator hampir sama dengan fungsi yang dimiliki oleh generator AC. Keduanya menggunakan prinsip elektromagnetik. Dalam teori, prinsip tersebut sesuai dengan hukum yang dilontarkan oleh Faraday, ketika ada sebuah medan magnet yang berputar secara terus-menerus memotong kumparan, maka akan membangkitkan beda potensial pada kumparan tersebut.

Melalui bunyi hukum yang telah disebutkan di atas, kita menjadi tahu bahwa medan magnet yang mengalami perputaran dalam jangka waktu yang lama hingga memotong kumparan, maka beda potensial yang ada menjadi muncul. Secara sederhana, listrik akan mengalir di kumparan yang memiliki potongan dengan magnet.

Konstruksi sistem pengisian
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sistem pengisian memiliki komponen utama yang disebut dengan nama altenator. Nah, di dalam altenator juga terdapat dua komponen utama, yaitu rator coil dan stator coil. Rator coil adalah kumparan yang membuahkan medan magnet. Stator coil adalah kumparan yang diam. Stator terletak di samping rator dan berfungsi untuk menangkap kumparan yang berpotongan dengan medan magnet.

Cara kerja yang terjadi di sistem pengisian adalah rotor akan melakukan putaran di dalam stator. Perputaran itu akan menyebabkan adanya potongan garis magnet karena di dalam rotor ada medan magnetnya. Potongan tersebut akan membuat timbulnya aliran listrik di stator. Pertanyaan selanjutnya adalah siapa yang menjalankan rotor? Komponen yang menggerakkan rotor bernama crank shaft. Dalam altenator, rotor akan tersambung pulley. Pulley tersebut akan terhubung dengan crank shaft dengan sambungan V belt.

Seberapa besar tegangan listrik yang ditimbulkan selalu berbanding lurus dengan RPM. Ketika mesin menyala dengan RPM yang cukup tinggi, maka potongan yang terjadi antara rotor dan stator menjadi lebih cepat. Hal itu berpengaruh pada jumlah tegangan yang meningkat ketika dihasilkan. Daya listrik pada sebuah mobil sebenarnya hanya dibatasi sebanyak 12 V. Karena hal tersebut, altenator serta arus tidak berhubungan langsung dengan listrik yang ada dalam mobil.

Hal yang perlu dilakukan adalah harus ada penyerahan. Listrik yang ada dalam mobil memiliki arus DC. Di sisi lain, arus yang berasal dari altenator memiliki muatan AC. Perbedaan itulah yang perlu disamakan. Keduanya bisa menjadi searah dengan bantuan rectifier. Dioda yang ada difungsikan untuk membatasi aliran listrik yang menuju salah satu arah. Hal itu menyebabkan arus listrik hanya menjadi satu arah, yaitu DC.
Regulator diperlukan agar mobil tidak mengalami over voltage. Tegangan listrik yang mengalir dari altenatordiatur supaya tidak berlebihan.

Komponen yang ada dalam sistem pengisian
Secara umum, terdapat enam komponen yang bisa kamu temukan dalam sebuah sistem pengisian. Komponen yang utama adalah kunci kontak. Komponen itu digunakan untuk mengaktifkan magnet yang ada dalam rotor. Selanjutnya, terdapat altenator yang dipakai untuk mengubah energi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain dua hal itu, ada yang disebut dengan nama rectifier yang berfungsi untuk membuat aliran listrik menjadi satu arah.
Selanjutnya, regulator juga menjadi komponen penting karena bisa mengatur sistem agar tidak memiliki kelebihan muatan. Tidak ketinggalan aki mobil yang dipakai untuk menyimpan listrik. Sistem pengisian juga dilengkapi dengan wiring yang berfungsi untuk mengaliskan alur listrik menuju sistem.