Bagaimana Fungsi Relay Bekerja?

by -131 views
fungsi relay

Mobil memiliki rangkaian listrik di dalamnya. Fungsi relay, yaitu bergerak sebagai penghubung arus dengan baterai ke masa secara langsung. Nantinya, arus listrik akan dipotong alurnya oleh relay hingga melewati berbagai rangkaian menuju beban. Dapat diartikan, arus bisa menjadi lebih ringkas dan sederhana dengan memakai relay. Hambatan yang timbul jauh lebih kecil. Pemakaian listrik bisa lebih hemat. Kinerja listrik juga bisa menjadi lebih maksimal.

Cara kerja relay hampir sama dengan saklar biasanya. Akan tetapi, skema elektromagnetik yang akan menggerakkan relay melalui saklar utama. Saklar yang ada di dalam relay yang menjadi penghubung antara arus langsung yang berasal dari baterai menuju beban listrik. Arus besar yang berasal dari baterai tidak akan berputar melalui saklar yang ada di dashboard.

Relay digunakan pada hampir seluruh rangkaian listrik di dalam mobil. Mulai dari lampu hingga klakson. Memakai relay akan membuat lampu menjadi lebih terang dan klakson memiliki suara yang lebih keras. Listrik yang diatur sedemikian rupa untuk tetap efisien juga akan mempengaruhi kondisi bahan bakar. Semakin hemat penggunaan listrik, maka semakin hemat pula penggunaan bahan bakarnya.

Agar dapat dipahami dengan mudah, dalam relay, terdapat empat terminal, yaitu:
1. Arus dari baterai ada di terminal 30
2. Penyalur beban listrik ada di terminal 87
3. Saklar utama sebagai pemberi sinyal agar relay bekerja ada di terminal 85
4. Masa selenoid yang terdapat dalam relay berada di terminal 86

Tiap terminal yang telah disebutkan mempunyai karakter masing-masing. Pertama adalah Normaly Open atau biasa disebut dengan NO. Aliran listrik yang memiliki karakteristik ini bakal terputus ketika relay sedang mati. Kedua adalah Normally Close atau biasa disebut dengan NC. Rangkaian arus terhubung ketika relay berada di kondisi mati.

Rangkaian akan putus secara otomatis saat relay mulai bekerja.
Seiring dengan pertumbuhan teknologi, jumlah terminal juga ikut bertambah. Terdapat empat jenis relay yang bisa dibedakan berdasarkan jumlah terminal yang dimiliki.

Fungsi Relay 3 Kaki
Terdapat tiga terminal yang ada di relay 3 kaki. Kaki yang pertama, yaitu terminal 30 yang terhubung sekaligus dengan terminal 85. Terminal ini bekerja sebagai sumber arus. Kaki yang kedua adalah terminal 87 yang berfungsi sebagai penghubung beban. Terakhir adalah terminal 86 yang bekerja sebagai pengontrol.

Cara kerja relay 3 kaki bisa ditemukan dalam system klakson. Arus yang berasal dari baterai akan masuk ke dalam terminal 30 relay. Ketika berada di terminal 30, arus akan disambungkan ke kontak relay dan solenoid. Selanjutnya, arus yang diterima solenoid akan masuk ke terminal 86. Terminal tersebut akan disambungkan dengan saklar klakson yang berada dalam kabin. Selanjutnya, rangkaian yang tersambung dengan masa. Apabila klakson ditekan, terminal 86 akan tersambung dengan masa. Hal itulah yang menimbulkan terjadinya gaya magnet pada solenoid. Gaya magnet yang timbul akan membuat kontak relay bereaksi, jadi terminal 87 dan terminal 85 akan tersambung.

Fungsi Relay 4 Kaki
Relay 4 kaki adalah relay dasar yang digunakan dalam rangkaian listrik dengan beban tunggal. Contohnya adalah fog lamp. Relay 4 kaki mempunyai kontrol yang berasal dari terminal 85. Fungsinya adalah untuk mengatur waktu nyala dari relay.

Kontrol positif adalah kontrol yang biasanya dipakai dalam rangkaian listrik tunggal di relay 4 kaki. Seperti yang telah disebutkan, contohnya adalah rangkaian listrik pada fog lamp. Arus yang berasal dari baterai akan masuk ke dalam terminal 30 relay. Hal itu juga akan terhubung dengan kontak relay. Di sisi lain, saklar fog lamp mengalirkan arus memasuki terminal 85 dan terminal 86 yang telah tersambung secara otomatis ke masa. Saat saklar fog lamp hidup, daya magnet di solenoid akan menarik kontak relay. Hal itu juga akan menyebabkan terminal 30 dan terminal 87 terhubung.

Fungsi Relay 5 Kaki
Relay 5 kaki memiliki mekanisme yang hampir sama seperti relay 4 kaki. Hal yang membedakan adalah adanya output tambahan berupa terminat 87a. Dapat dikatakan, relay ini memiliki dua output. Output ini memungkinkan adanya suatu rangkaian dari beban ganda yang sedang dijalankan dalam satu relay. Contoh yang menggunakan relay 5 kaki adalah headlamp dan stop lamp.

Output 87a dan terminal 30 relay akan terhubung ketika relay mati. Saat ada arus mengalir ke terminal 30, juga aliran arus di terminal 87a. Terminal 30 tidak akan terhubung secara langsung dengan baterai. Ada kontrol yang mempengaruhi ignition. Di stop lamp, saat saklat hidup, terdapat aliran arus dari terminal 30 menuju terminal 87a. Hal itu menyebabkan tail lamp menyala.

Ketika rem ditekan oleh pengemudi, terminal 85 akan menghubungkan arus kesolenoid. kemagnetan dan changing akan terjadi. Kontak relay yang awalnya ada di 87a berpindah ke terminal 87 karena tarikan di solenoid. Nantinya, arus akan dihubungkan lagi ke lampu rem dengan sinar yang lebih terang.

Fungsi Relay 8 Kaki
Relay 8 kaki merupakan salah satu jenis relay yang tidak banyak digunakan. Mekanisme kerja pada relay ini adalah ditandai dengan adanya perintah dari dua saklar yang berbeda yang masih berada dalam satu relay.

Itulah penjelasan mengenai fungsi dan mekanisme kerja yang dimiliki oleh relay. Langkah awal memang mempelajari teorinya terlebih dahulu. Setelah mengetahuinya, kamu bisa mencoba untuk melihat secara langsung agar pemahaman lebih bisa kamu dapatkan.