Ganti Minyak Rem Mobil untuk Menjaga Performa Tetap Maksimal

by -427 views
minyak rem mobil

Apabila Anda memakai kendaraan dengan sistem pengereman hidrolik, maka sudah pasti Anda harus memperhatikan selalu kondisi minyak rem yang ada di dalamnya, jika diperlukan ganti minyak rem mobil tersebut. Benar, hal ini karena sistem rem hidrolik menggunakan cairan tertentu untuk menjalankan fungsinya, dan cairan tersebut sering disebut sebagai brake fluid, alias minyak rem mobil. Kemudian, apakah minyak tersebut memerlukan penggantian?

Tentu saja, minyak rem mobil memang sebaiknya diganti untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan pada komponen rem yang lain. Selain itu, penggantian juga akan meningkatkan performa kendaraan Anda. Seperti penggantian oli yang bisa dilakukan beberapa bulan sekali.

Akan tetapi, berapa jangka waktu yang tepat untuk ganti minyak rem mobil?

Tidak seperti bagian lainnya yang lebih umum diketahui, misalnya oli atau ban, ganti minyak rem mobil sering sekali diabaikan. Terlebih jika pemilik kendaraan bahkan tidak tahu bahwa mobilnya menggunakan rem hidrolik alih-alih rem mekanik atau rem angin.

Padahal, minyak rem berperan sangat penting pada kendaraan dengan sistem rem hidrolik. Minyak ini fungsinya untuk menyalurkan tenaga dari pedal yang Anda injak sehingga menuju kaliper rem dan menjepit disc brake. Seperti bunyi hukum Pascal bahwa tekanan yang diberikan kepada zat cair di ruangan tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar dan rata. Artinya, tekanan dari pedal tersebut akan disalurkan oleh minyak rem mobil ini.

Namun, ketika kekuatan minyak rem mobil tidak lagi seratus persen kuat, tekanan dari pedal yang Anda injak tidak bisa mencapai piston pada silinder, dan tidak dapat membuat kampas rem memberi tekanan pada roda, maka hasilnya roda Anda tidak dapat berhenti dengan semestinya. Bagian terburuk, roda sama sekali tidak mau berhenti. Bahkan, minyak rem yang tidak pernah diganti biasanya strukturnya akan rusak, hal ini menyebabkan minyak rem tidak memiliki daya hantar yang semestinya dan terjadilah rem blong yang ditakutkan semua pengendara bermotor.

minyak rem mobil

Alasan lain mengapa ganti minyak rem mobil sebaiknya dilakukan secara berkala adalah karena kandungan minyak rem itu sendiri. Minyak rem mobil adalah produk sintetis, alias cairan buatan yang tujuannya bisa digunakan pada sistem rem hidrolik. Cara kerjanya sendiri adalah dengan mengubak energi gerak menjadi energi panas. Sedangkan, energi panas yang dibutuhkan haruslah tepat tetapi tidak sampai cairan tersebut menuju titik didih.

Inilah mengapa titip didih minyak rem mobil dibuat mencapai 240-260 derajat Celcius. Artinya, titik didihnya lebih tinggi dibanding air biasa, dan memang ditujukan supaya tidak mudah mendidih. Akan tetapi, derajat boiling point tersebut bisa turun hingga 50% apabila minyak rem mulai tercampur dengan air biasa(H2O).

 

Jenis dan Karakteristik Minyak Rem Mobil

 

Asumsikan jika ada 3% air yang masuk ke dalam sistem hidrolik rem mobil Ford Anda. Kemungkinan titik didih minyak remnya akan berkurang cukup tinggi, bisa mencapai 160 derajat. Artinya 100 derajat lebih rendah dari titik didih awal. Hal ini tentu sangat mengerikan. Bayangkan, minyak rem mobil Anda akan mudah panas jika digunakan dalam kecepatan tinggi atau waktu yang lama. Apa mungkin bisa merusak komponen lainnya? Mungkin saja.

Apakah keadaan yang sudah disebutkan tersebut memang benar-benar bisa terjadi, memangnya, dari mana air masuk ke dalam sistem hidrolik? Apa memang bisa? Ternyata bisa.

 

Ketahui 5 Tanda Kampas Rem Mobil Sudah Habis

 

Air tersebut berasal dari udara yang mengisi rongga-rongga tabung minyak rem. Udara yang terkena panas lama-lama akan menjadi butir-butir air, dan air tersebut akan menggenang di sana bersama minyak rem. Hal ini wajar, karena Indonesia sendiri adalah negara tropis, sehingga kelembaban udaranya memang tinggi. Belum lagi jika Anda sering memakai kendaraan tersebut.

Tidak hanya itu, sebagai zat sintesis yang bisa mengalami perubahan konsentrasi, minyak rem mobil juga bisa terdegradasi. Biasanya warnanya bisa sampai menghitam dan memang tidak layak pakai. Jika Anda nekat membiarkannya, dikhawatirkan kendaraan akan mengalami masalah pada rem.

Oleh sebab itu, sebaiknya ganti minyak rem mobil secara berkala. Tidak perlu terlalu sering, biasanya cukup satu sampai dua tahun sekali. Kira-kira pada penggunaan kendaraan 40 ribu km. Penggantian juga bisa berbeda, disesuaikan dengan kualitas minyak rem yang Anda pakai. Semakin baik kualitasnya, semakin lama penggantiannya.

Ada dua jenis minyak rem mobil yang biasa dipakai pada sistem rem hidrolik kendaraan, yaitu DOT 3 dan DOT 4. Dari dua jenis itu, DOT 4 adalah yang paling stabil karena memiliki titik didih yang tinggi. Kelemahannya, DOT 4 cepat sekali mengalami penurunan titik didih ketika tercampur air. Lebih cepat daripada DOT 3. Namun, apakah DOT 3 adalah jenis yang buruk? Tidak juga, karena mobil-mobil keluaran baru sekarang pun cukup baik dengan minyak rem DOT 3.

Cara Merawat Minyak Rem Mobil yang Mudah

Supaya minyak rem mobil Anda tidak mudah rusak, cobalah terapkan beberapa tips berikut ini.

1. Rutin cek volume minyak rem mobil

Di bagian komponen rem, biasanya ada tangki transparan yang didalamnya berisi minyak rem. Namanya brake reservoir yang dibuat dari plastik agak transparan. Coba senter bagian tersebut untuk melihat apakah minyak rem Anda masih utuh atau tidak. Jika ada ruang atau indikasi terdapat embun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan untuk menghilangkan kandungan air di dalamnya.Meskipun pengecekan ini terlihat sepele, tetapi memiliki potensi mencegah kerusakan rem yang besar.

2. Jangan forsir penggunaan kendaraan

Jika memang penting, usahakan mengistirahatkan sejenak dalam perjalanan. Penggunaan kendaraan memang tidak bisa diperkirakan per harinya akan dipakai ke mana saja, karena selalu ada jadwal-jadwal tidak terduga. Terutama ketika keluar kota, yang pasti akan membuat kendaraan tersebut digunakan dalam waktu yang lama. Jika perjalanan tersebut sangat panjang, jangan lupa untuk berhenti beberapa menit untuk mendinginkan kendaraan.

Sama seperti tubuh manusia, kendaraan yang digunakan sampai panas pun berisiko mengalami kerusakan lebih parah. Risiko panas tersebut bukan hanya pada mesin utama, tetapi juga pada minyak remnya. Satu-satunya jalan mengembalikan suhu minyak rem adalah dengan menghentikan kendaraan.

3. Cek letak selang hidrolik, pastikan tidak menempel sumber panas

Selang hidrolik ini kadang suka menempel ke bagian kendaraan yang menghantarkan panas, misalnya pada knalpot. Jika knalpot panas, dan suhunya merambat ke selang hidrolik, maka minyak rem juga akan ikut cepat panas. Oleh sebab itu, sebelum bepergian sebagian cek kondisi selang remnya.