Komponen Motor Starter yang Menjadikan Penyalaan Mesin Lebih Mudah

by -30 views
komponen motor starter

Menyalakan mesin dapat dilakukan dengan cepat berkat adanya sistem starter. Sistem tersebut memanfaatkan gabungan antara mekanikal dan energi listrik untuk memicu siklus mesin sehingga terjadi pembakaran. Dengan dukungan beberapa komponen motor starter, menjadikan cara kerjanya lebih mudah yakni cukup memutar kunci atau menekan tombol ‘start’ yang secara otomatis menghidupkan mesin mobil.

Motor starter terbagi menjadi tiga tipe yaitu tipe konvensional, tipe reduksi, dan tipe planetary. Tipe konvensional mempunyai konstruksi yang sederhana, dan tidak memanfaatkan reduksi roda gigi. Sedangkan tipe reduksi merupakan penyempurnaan dari tipe konvensional sehingga menghasilkan putaran yang lebih besar. Terakhir, tipe planetary adalah tipe yang menggunakan gigi planetary sehingga tingkat reduksi lebih bervariasi.

Daftar Komponen yang Terdapat di Motor Starter
Motor starter biasa digunakan pada mesin yang berkapasitas besar di atas 1000 cc, sedangkan mesin yang berkapasitas kecil seperti pada motor cukup menggunakan kick starter saja. Agar dapat bekerja sesuai fungsinya, sistem motor starter dilengkapi dengan beragam komponen penunjang. Berikut 11 komponen yang biasa ditemui pada motor starter:

A. Solenoid Starter

Komponen ini mempunyai dua fungsi utama yaitu menggerakkan drive pinion dan memberikan tegangan untuk motor utama. Bentuknya menyerupai tabung yang terletak di atas motor utama dan terdiri dari kumparan. Kumparan tersebut terdiri dari dua yaitu: 1) Pull in Coil untuk mendorong plunger; dan 2) Hold in Coil untuk menahan pergerakan pull in coil.

Kekuatan yang dimiliki oleh kumparan atau coil tersebut disebabkan oleh adanya lilitan tembaga dalam jumlah dan dimensi yang cukup besar. Gaya elektromagnetik dimanfaatkan oleh solenoid strater untuk menggerakkan drive pinion sehingga gear akan saling bertautan dengan flywheel. Hal tersebut karena aliran listrik yang melewati kumparan akan membentuk medan magnet.

B. Solenoid Plunger
Komponen yang menyusun motor starter selanjutnya adalah solenoid plunger yang posisinya terletak di ujung pull in coil. Plunger ini terbuat dari bahan yang kuat karena fungsinya sebagai batang penghubung antara pergerakan pull in coil ke bagian drive lever. Dengan begitu, plunger ini dapat mengimbangi kekuatan daya tarik pull in coil.

C. Solenoid Caps
Solenoid plunger
Solenoid caps terletak di bagian depan dari starter sekaligus menjadi rangkaian penutup. Selain itu, komponen ini juga berfungsi seperti halnya plunger yakni sebagai penghubung antara arus yang berasal dari sistem ke bagian aktuator starter. Solenoid caps terdiri dari 3 terminal antara lain:

  • Terminal 50 mempunyai peran yang cukup penting. Berkat adanya terminal 50, rangkaian starter dapat terhubung langsung dengan kunci kontak. Saat arus listrik mengalir pada saluran ini, maka akan memicu solenoid untuk aktif. Alhasil, starter akan merespons dengan baik.
  • Terminal 30 merupakan terminal yang selalu dialiri arus listrik baik saat motor dalam keadaan hidup ataupun mati. Hal tersebut karena posisi terminal 30 memungkinkannya untuk mendapatkan arus listrik secara langsung dari baterai.
  • Terminal C bertugas sebagai penghubung. Karena terminal 50 tidak mendapatkan pasokan listrik langsung, maka terminal C mengantarkan aliran listrik yang berasal dari terminal 30. Dengan begitu, aliran listrik dari solenoid akan menggerakkan motor starter untuk berputar.

D. Field Coil
Medan magnet sangat dibutuhkan untuk menggerakkan motor starter sehingga perlu adanya field coil sebagai pembangkit magnet di sekitar rotor coil. Field coil berupa serangkaian magnetic coil atau kumparan yang bersifat sementara. Artinya, magnet hanya dihasilkan apabila field coil mendapatkan arus listrik dari terminal 50. Proses pengaliran listrik tersebut dinamakan induksi elektromagnetik.

Terdapat tiga bagian pada field coil, antara lain: 1) Yoke adalah wadah yang menampung kumparan atau coil; 2) Pole core yang memiliki bentuk berupa besi piph dan digunakan sebagai tempat untuk melilitkan tembaga sebelum berubah menjadi coil; 2) Kumparan merupakan lilitan tembaga yang terletak di pole core dan memiliki kemagnetan besar.

E. Armature Coil
Komponen yang terletak di poros motor ini berfungsi membangkitkan medan magnet. Nantinya, magnet tersebut akan bereaksi dengan magnet field coil sehingga memicu adanya pergerakan. Tidak seperti rotor pada umumnya, armature coil memiliki diameter tembaga yang besar. Selain itu, jumlah lilitannya pun lebih banyak sehingga tidak mengherankan apabila daya magnetnya cukup besar.

F. Commutators
Komponen yang disebut commutators terletak di bagian depan armature coil. Commutator memiliki bentuk yang menyerupai plat tembaga dan besegmentasi pada permukaannya. Tujuan dari segmentasi tersebut adalah mencegah terjadinya hubungan singkat arus listrik. Fungsi dari komponen ini adalah menghubungkan arus listrik dari komponen brush ke armature coil.

G. Actuator Shaft
Motor starter memiliki satu komponen yang berbentuk menyerupai garpu yaitu actuator shaft atau drive lever. Dalam menjalankan tugasnya, actuator shaft bekerjasama dengan pull in coil sehingga pinion gear dapat bergerak. Prinsip kerjanya sebagaimana tuas, ketika satu sisi mengungkit pinion gear, maka sisi lainnya akan mendorong pinion gear sehingga bertautan dengan flywheel.

H. Brushes
Komponen sikat atau brushes biasanya terdiri dari 4 buah yang terbagi menjadi 2 sikat arus positif dan 2 sikat arus negatif. Letaknya ada di bagian utama dan berfungsi sebagai penghantar aliran listrik dari terminal 50 menuju kumparan armature. Bahannya terbuat dari tembaga lunak untuk mencegah keausan pada commutator mengingat sikat kerap melakukan kontak langsung.

I. Drive Pinion Clutch
Apabila komponen-komponen sebelumnya memiliki fungsi hanya sebagai penghubung, maka drive pinion clutch ini memiliki fungsi lengkap baik sebagai penghubung maupun pemutus. Komponen yang juga dinamakan sebagai kopling starter ini bertugas menghubungkan starter ke bagian flywheel untuk memicu kendaraan menyala. Nantinya, setelah mesin sudah hidup, maka pinion clutch akan memutuskan arus yang dihubungkan ke starter.

Slide gear berperan cukup penting ketika pinion clutch menjalankan tugasnya. Saat starter dinyalakan, maka slide gear akan menggerakkan drive pinion keluar dengan cara berputar. Putaran yang dilakukan memiliki kekuatan yang melebihi putaran dari starter, dengan begitu pinion dapat segera bertautan dengan roda gigi pada bagian flyewheel.

J. Drive Pinion Gear
Komponen yang berbentuk roda gigi tersebut terletak di ujung bagian pinion shaft. Pinion gear memiliki fungsi utama sebagai penghubung putaran motor ke poros mesin melalui bagian yang dinamakan flywheel. Bahan pinion gear cukup kuat dan sengaja dibuat dengan diameter yang kecil. Tujuannya adalah agar mampu memutar poros mesin dengan mudah.

K. Motor Housing
Komponen starter memiliki wadah tersendiri yang sekaligus sebagai pelindung yaitu motor housing. Bahan yang digunakan untuk membuat housing adalah logam, dan memiliki bentuk berupa tabung. Housing terdiri dari dua bagian yaitu housing yang melindungi roda gigi pinion dan housing yang menutup rangkaian sistem starter kendaraan. Komponen ini juga merupakan komponen terakhir dari motor starter.

Starting system yang digunakan untuk mesin kendaraan berkapasitas besar memang tidak sederhana. Terdapat banyak komponen yang saling mendukung agar proses penyalaan mesin dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Oleh sebab itu, sebagai pengguna harus paling tidak memahami nama, fungsi, dan cara kerja komponen agar lebih peka apabila terjadi kerusakan sewaktu-waktu.