Nilai Oktan Bahan Bakar dan Pengaruhnya Masing-masing

by -217 views
nilai oktan bahan bakar

Saat kita sedang mau mengisi bahan bakar, tentu kamu pasti akan melihat beberapa penawaran tipenya, seperti solar, pertalite, pertamax, dan sebagainya. Bahan bakar bensin dan solar memang sama-sama untuk membuat mesin mobil bisa bergerak dan digunakan, tapi tentu ada perbedaannya. Yang membedakannya yaitu nilai oktan bahan bakar setiap tipenya.

Bensin mempunyai nilai oktan yang berbeda-beda dan orang lebih mengenalnya dengan sebutan RON. Buat kamu yang masih awam mengenai nilai oktan bahan bakar, simak terus saja di bawah ini.

Pengertian Oktan Bahan Bakar

Nilai oktan merupakan angka yang menjadi acuan besaran tekanan udara yang dihasilkan oleh bensin sebelum proses pembakaran yang spontan. Bisa dikatakan kalau nilai kecil mau pun besar bisa mempengaruhi apakah bahan bakarnya gampang terbakar atau tidak.

Kalau nilai oktan bahan bakar berada di angka yang rendah, maka bensin akan terbakar sendiri, tapi kalau angkanya tinggi, maka terbakar sendiri dengan tekanan yang tinggi.

Oktan berasal dari nama molekul bahan bakar yang secara umumnya terdiri dari oktana dan heptana. Oktana lebih bagus dipilih dibandingkan heptana oktana karena molekulnya punya sifat yang bisa berkompresi dengan baik.

Penentuan oktan bahan bakar tidak asal dilakukan karena yang menetapkannya adalah RON atau Research Octane Number. Badan tersebut akan mengujinya dengan teliti yang memasukkan bensin ke dalam mesin uji. Mesin pengujian itu mempunyai fitur tekanan, sehingga mereka bisa mengetahui pada besaran tekanan berapa bensin terbakar.

Hubungan Oktan Bahan Bakar dengan Mesin

Kalau dirinci, nilai oktan bahan bakar tidak akan mempengaruhi kinerja mesin kendaraan. Hal itu karena dalam menentukan oktan bahan bakar tergantung dari kondisi mesin kendaraan itu sendiri.

Kalau kamu melihat dengan cermat pada mesin bensin, terdapat tekanan kompresi pada masing-masing mesinnya, mulai dari 100 PSI hingga 140 PSI. Nilai tersebut merupakan angka tekanan kompresi yang menjadi penentu performa mesin.

Kalau tekanan kompresinya lebih tinggi, maka daya ledak pada proses pembakaran juga akan ikut tinggi, sedangkan emisinya rendah. Tapi mesin kendaraan yang memakai tekanan berkompresi lebih tinggi membutuhkan oktan bahan bakar yang tinggi juga.

Itulah tujuannya kenapa penting menentukan nilai oktan bahan bakar, agar kamu salah menggunakan tipe bensin. Kalau kompresinya punya tekanan yang tinggi, sebaiknya pakai bensin yang memiliki oktan yang tinggi. Tapi kalau kompresinya lebih rendah, lebih baik pakai yang oktan rendah juga.

Usahakan kamu jangan sampai salah isi bensin karena bisa mengakibatkan mesin cepat rusak. Ketika kamu mengisi bahan bakar yang oktannya rendah pada kompresi bertekanan tinggi, maka kondisi mesin akan mengalami engine knocking atau umumnya disebut sebagai mesin ngelitik.

Kondisi tersebut terjadi karena bensin terbakar meski busi belum menyala. Masalah itu diakibatkan ruang bakar memiliki suhu dan tekanan yang tinggi, bahkan melebihi titik nyala bensin. Tidak heran hal itulah yang membuat mesin kendaraan cepat rusak dan tidak berfungsi dengan baik.

Nilai Oktan Bahan Bakar di Indonesia

Di Indonesia, terdapat macam-macam bahan bakar dengan nilai oktan bahan bakar yang berbeda-beda. Berikut rincian lengkapnya.

1. Oktan Premium Pertamina 88 yang dijual 7 ribu.

2. Revvo Vivo dengan nilai oktan 89 dan dijual 6,3 ribu.

3. Revvo Vivo nilai oktan 90 dijual 7,5 ribu.

4. Oktan pertalite Pertamina 90 dan dijual 7,6 ribu.

5. Revvo Vivo dengan nilai oktan bahan bakar 92 dijual 8,3 ribu.

6. Oktan Akra 92 dijual 8,5 ribu.

7. Oktan Pertamax Pertamina 92 dijual 9,8 ribu.

8. Oktan Performance Total 92 dijual 8,8 ribu.

9. Oktan Super Shell 92 dijual 9,9 ribu.

10. Oktan Performance Total 95 dijual 9,7 ribu.

11. Shell V Power Oktan 95 dijual 10,9 ribu.

12. Oktan Pertamax Turbo 98 dijual 11,2 ribu.

Indonesia yang sudah punya nilai oktan hingga 90 ke atas bisa dengan gampang disesuaikan dengan kebutuhan, apalagi kebanyakan kendaraan sudah dilengkapi dengan sistem injeksi. Ada juga mesin bensin turbo yang perlu kamu sesuaikan dengan oktan yang tinggi.

Cara Menaikan Nilai Oktan Bensin

Ada 2 cara untuk menaikkan oktan bahan bakar, yaitu menambahkan zat aditif, seperti methanol, ethanol, dan lainnya ke dalam bahan bakar dan mencampurkan kedua nilai oktan bersamaan. Misalnya saja kalau kamu sudah memakai oktan pertalite yang rendah, campurkan saja dengan oktan pertamax yang lebih tinggi.

Pencampuran itu tidak akan berbahaya, kecuali kalau kamu mencampurkan bensin dengan solar. Hal itu akan mengakibatkan mesin cepat rusak, bahkan bisa terbakar.

Dari penjelasan di atas kamu akan semakin paham mengenai nilai oktan bahan bakar dan pengaruhnya pada mesin. Tidak usah bingung lagi dan jangan sampai salah pilih.