Penyebab Membuat RPM Mobil Tidak Stabil dan Cara Mengatasinya

by -934 views
RPM mobil tidak stabil

RPM yang bisa saja naik turun, sehingga membuatnya tidak stabil menandakannya adanya sistem udara yang mengarah ke mesin sedang mengalami gangguan. Akibatnya, ketika hal ini terjadi, saat berada di putaran yang rendah, Anda akan sulit mengendalikan laju mobilnya, akibat RPM mobil tidak stabil.

Akibat lainnya yaitu saat sedang memindahkan tuas transmisi, pergerakannya juga akan terasa kurang lembut, bahkan sampai keadaan terburuknya adalah mesin mobil menjadi mati total. Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan RPM menjadi tidak terkendali?

Sistem RPM bekerja sesuai dengan pasokan udara maupun bahan bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran. Maksudnya adalah ketika udara dan bahan bakar yang diterima sedikit, maka gas yang dikompresi juga akan sedikit. Akibatnya, hasil yang dibakarnya akan lebih sedikit dan RPM mobil tidak stabil.

Di sisi lain, katup juga bisa juga menjadi penyebab terjadinya ketidakstabilan RPM. Katup pada gas fungsinya untuk membuka maupun menutup saluran udara yang mengarah ke mesin. Jika katupnya terus tertutup, maka piston yang ada akan bergerak secara tertahan, sehingga menyebabkan RPM mobil tidak stabil.

Penyebab-penyebab tersebut sebenarnya cukup sensitif, sehingga saat mengalami perbedaan yang sedikit saja, maka mesin RPM juga akan berubah. Karena itulah bisa disimpulkan kalau beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya itu terjadi ketidakstabilan, secara otomatis RPM juga tidak akan stabil.

Meskipun mobil Anda menggunakan teknologi yang sudah canggih, tidak jarang RPM mobil tidak stabil ini muncul secara tiba-tiba. Kenapa sih masih saja kita temui masalah RPM mobil tidak stabil ini? Mungkin dikarenakan di sistem mobil seperti injeksi, suplai bensin yang diolah secara tertutup oleh ECU. Jadi, kalau Anda belum mengetahui skemanya, maka Anda akan sulit memperbaikinya.

Tidak heran kalau sebagian besar pengguna mobil lari ke bengkel ketika masalah RPM mobil tidak stabil ini muncul. Tidak sedikit pula mobil yang menggunakan teknologi drive by wire atau teknologi berkatup yang tidak memakai kawat gas. Semua pembukaan maupun penutupnya sudah diatur dengan motor listrik, sehingga terjadi secara otomatis.

Ketika katup tersebut sedang rusak, maka akan terjadi error yang tidak bisa terhindarkan. Katupnya bisa membuka atau menutup kapan saja, meskipun kita tidak sedang menginjak pedal gasnya. Untuk lebih jelasnya mengenai penyebab RPM mengalami kerusakan, Anda bisa membacanya di bawah ini.

Penyebab RPM Mobil Tidak Stabil

Beberapa hal yang membuat RPM mobil tidak stabil.

1. Idle Speed Control

Sistem menjadi sebuah akuator yang dilakukan oleh sistem EFI yang gunanya untuk mengatur segala kerja idle RPM. Skema kerjanya yaitu solenoid valve yang dipakai untuk membuka maupun menutup saluran atau jaringan idle pada karburator.

Tapi jika sistem yang satu ini kotor dan jarang Anda bersihkan, maka suplai udaranya yang mengarah ke intake manifold dari luar akan terhambat secara perlahan-lahan. Alhasil, bisa terjadi delay atau terhambatnya jalur suplai udara ke mesin sepanjang proses idle pada semua mesin-mesinnya. Jika dibiarkan terus menerus, maka RPM mobil tidak stabil dengan sendirinya.
rpm mobil tidak stabil
Cara mengatasinya, mungkin Anda harus rutin-rutin membersihkan bagian aktuator idle speed control ini. Jangan lupa juga bersihkan lubang saluran pada area idlenya. Caranya sangat mudah, yaitu Anda cukup membuka bagian mesin ini, lalu bersihkan saja di bagian katupnya. Untuk membersihkan lubang idle, pakai saja carburator cleaner yang bentuknya spray.

Kalau Anda ragu-ragu, Anda bisa datang ke bengkel resmi ford untuk membersihkannya.

2. Mass Air Flow

Sistem ini berada di tabung filter untuk udara. Termasuk komponen yang penting karena berguna untuk mendeteksi banyaknya massa udara yang sudah masuk ke dalam filternya sesuai dengan kecepatan aliran yang didapatnya.

Cara Kerja MAF Sensor

Sudah jelas sensor ini lebih mudah kotor karena berada di dalam filter udara. Hasilnya, sensor pada Mass Air Flow ini akan sulit membaca dan kurang akurat, sehingga data yang akan dikirimkannya menjadi tidak konsisten atau kurang tepat. Karena bagian mesin ECU memakai data tersebut untuk menentukan jumlah bensin yang tersisa, maka angka bensin pun menjadi kurang akurat juga volumenya.

Hal inilah yang membuat RPM mobil tidak stabil. Gejalanya bisa dengan mudah Anda lihat, yaitu check engine akan menyala. Kalau sudah menyala, maka sensor MAF mulai terhambat cara kerjanya.

MAF Sensor

Saat ingin memperbaikinya, biasanya pihak bengkel spesialis ford atau bengkel resmi ford akan mengecek terlebih dahulu apakah akibatnya berasal dari sensornya langsung atau dari rangkaian sensornya. Biasanya mereka akan memeriksa secara lengkap kabelnya yang terhubung dengan MAF maupun konektor kabelnya. Kemudian, kalau memang tidak ada masalah di sana, selanjutnya mereka akan membersihkan ruang sensor MAF-nya dengan memakai carbon cleaner atau sejenisnya.

Untuk mengeceknya, tidak lupa kabel aki harus dilepaskan terlebih dahulu karena kalau mengeceknya dan mencabutnya kabel mesin lain saat kabel aki masih tersambung, maka bisa saja terjadi masalah mesin yang baru lagi. Tentu Anda tidak ingin terjadi, bukan?

Kalau sudah selesai, tinggal hidupkan saja mesinnya lagi. Kalau masih rusak, dibutuhkan alat scan untuk mengetahui letak kerusakannya secara pasti.

3. Throtle Body kotor

Bagi mobil yang memakai mesin TAC maupun drive by wire, sudah tidak diperlukan lagi kabel tambahan untuk menghubungkan throtle body dengan pedal gas. Di teknologi terbaru mobil terkini, sudah terpasang motor elektrik yang ada katup gas yang mampu membuka dan menutup secara otomatis yang sesuai dengan perintah sensor APP yang diberikan oleh pedal gas.

Meskipun menggunakan teknologi terbaru, mobil ini yang menjadi alasan banyak RPM mobil tidak stabil. Penyebab secara pastinya adalah pada teknologi TAC lebih rentan atau lebih mudah berubah tergantung dari kondisinya. Tidak hanya ada 1 sensor saja yang mendukung cara kerjanya, melainkan banyak sensor yang mampu mendukung teknologi TAC.

rpm mobil tidak stabil

Ketika katup idle mengalami penumpukan kotoran, maka akan terjadi naik turun pada idle RPM. Supaya Anda bisa membuktikannya, lepaskan terlebih dahulu throtle body dari mesin mobil Anda. Lalu, coba Anda lihat di bagian daun katupnya, apakah ada kotoran berwarna hitam yang menempel pada dinding katupnya atau tidak.

Kalau ada, maka itulah penyebabnya. Segera bersihkan saja throtle body dengan melepas baterai dan konektor TAC, lalu copot komponen throtle body yang kemudian dibersihkan dengan memakai carbon cleaner.

Ketika RPM mobil tidak stabil, terkadang juga menandakan hal yang normal pada sistem kerjanya. Kondisi-kondisi tersebut biasanya terjadi, karena:

1. Kompresesor AC dan kipas bekerja

Ketika kedua komponen ini bekerja secara normal, maka tidak akan menjadi masalah, karena mesin ECU akan bekerja secara otomatis untuk meningkatkan idle RPM.

Hal tersebut disebabkan karena adanya beban mesin saat kompresor AC menyala tiba-tiba untuk memompa freon dan kipas yang menyala tiba-tiba yang membuat beban listrik juga turut bertambah.

2. Saat tegangan baterai melemah

Baterai mobil memiliki tegangan baterai normal 12 Volt. Ketika mesinnya dinyalakan tingkat normalnya menjadi 14 Volt. Kalau beban listrik yang dibutuhkan sangat banyak, maka energi listrik yang dibutuhkan juga akan besar. Tidak heran kalau berikutnya baterai akan bekerja secara lebih ekstra.

Kalau dibiarkan saja, nantinya membuat arus baterai habis secara perlahan, sehingga mesin RPM akan semakin meningkat untuk membantu kinerja baterai menyuplai aliran listrik. Kalau rusak, lebih baik bawalah ke bengkel untuk diperbaikinya karena lebih terjamin dan aman.

Untuk mencegah RPM mobil tidak stabil adalah bersihkan filter udara secara teratur, setidaknya 1 kali dalam sebulan. Jangan lupa juga untuk rutin melakukan service ke bengkel karena service berkala menjadi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.