Komponen dan Cara Kerja Sistem Suspensi Mobil

by -65 views
Sistem Suspensi Mobil

Selain segi keamanan, kenyamanan juga harus dipenuhi saat berkendara, maka suspensi mobil hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sistem suspensi mobil dibuat untuk mengurangi getaran yang ditimbulkan mobil saat melaju dengan begitu, bodi mobil tetap steady. Selain itu, suspensi juga berfungsi mengurangi hentakan yang dimungkinkan muncul saat mobil melewati jalan berlubang.

Komponen Utama yang Mendukung Sistem Suspensi Mobil
materi suspensi depan mobil
Suspensi dirancang agar memiliki daya elastisitas tinggi demi menjaga kenyamanan pengguna. Daya elastis tersebut mampu dihasilkan dengan menyematkan sekat untuk membatasi roda dengan bodi mobil. Berikut beberapa komponen utama yang saling bekerjasama dalam menyerap getaran:

Pegas
Komponen yang menduduki posisi penting ini terbuat dari baja yang kuat namun memiliki sifat elastis. Berkat keelastisan yang tinggi dari pegas itulah, suspensi mampu menyerap getaran dan mengurangi gerakan-gerakan mendadak yang ditimbulkan oleh mobil. Apabila komponen pegas tidak ada, maka pengguna kendaraan akan terpental-pental sewaktu mobil berjalan, dan kerap merasakan mobil yang oleng ke kanan dan kiri.

Lengan Suspensi
Mobil memiliki chasis atau sasis yang berfungsi sebagai kerangka untuk menopang beban kendaraan secara keseluruhan. Oleh sebab itu, sasis dibuat dari besi atau baja yang solid dan kuat. Agar tetap nyaman saat dibawa lari, antara sasis mobil dan roda dibatasi oleh lengan suspensi. Komponen yang berupa engsel tersebut melakukan gerakan secara vertikal sehingga mampu menyesuaikan dengan beban yang ada.

Shock Absorber
Sesuai pernyataan sebelumnya, pegas memang memegang peran utama dalam sistem suspensi pada mobil. Apakah berarti pegas tidak memiliki kekurangan? Tentu saja salah. Justru komponen lain semacam shock absorber dihadirkan untuk menutupi kelemahan pegas. Saat digunakan, pegas akan memantul sehingga daya balik tersebut dapat membuat bodi tetap bergetar dan bergoyang.

Maka dari itu, shock absorber digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Fungsi utama dari shock absorber adalah mengurangi pergerakan pegas yang datang secara tiba-tiba akibat dari adanya daya balik. Karena bertugas sebagai penunjang suspensi, maka shock absorber memiliki kestabilan yang lebih baik dibanding pegas.

Stabilizer
Komponen yang digunakan dalam sistem suspensi mobil dibuat saling mendukung satu sama lain. Apabila pegas memiliki kekurangan sehingga ditutup oleh shock absorber, maka komponen stabilizer akan menyempurnakan kinerja secara keseluruhan. Fungsi utama dari stabilizer adalah menjaga agar memiliki kestabilan yang konsisten dan kuat sehingga tidak mudah oleng.

Stabilizer akan bekerja pada kondisi, misalnya, saat mobil sedang melaju kencang kemudian melewati jalan berbelok. Dalam kondisi tersebut, mobil akan terkena gaya sentrifugal yang dapat mengakibatkan bodinya terguling atau terpental ke luar. Maka dari itu, stabilizer bertugas menstabilkan mobil sehingga tidak terpengaruh gaya sentrifugal tersebut. Dengan begitu, laju mobil akan tetap terkendali.

Jenis Sistem Suspensi Mobil secara Umum dan Khusus
Suspensi mobil memiliki banyak jenis yang memiliki spesifikasi khusus masing-masing. Berikut 3 jenis sistem suspensi mobil secara umum:
Suspensi Independen
Disebut sebagai suspensi independen atau bebas karena setiap roda pada poros yang sama dimungkinkan akan bergerak secara vertikal, dan tidak bergantung pada satu sama lain.

Suspensi Dependen
Kebalikannya dari suspensi independen, suspensi jenis ini menghubungkan roda dalam satu poros kaku sehingga kinerjanya saling bergantung. Konstruksinya tidak linear, namun tergolong sederhana dan cukup kuat.

Suspensi Semi-Independen
Jenis suspensi ketiga adalah gabungan dari suspensi dependen dan independen. Roda kendaraan yang menggunakan sistem suspensi ini memang tidak saling terkoneksi namun masih dapat saling mempengaruhi. Oleh sebab itu, saat kendaraan melewati jalanan berlubang dan menimbulkan getaran, maka roda di bagian lain akan sedikit terpengaruh.
5 jenis suspensi mobil secara lebih khusus, yaitu:

Suspensi Macpherson
Macpherson termasuk ke dalam jenis suspensi independen yang kerap digunakan oleh mobil semacam MPV, sedan, dan Mini-SUV karena tidak terlalu memakan banyak ruang. Getaran yang mampu diserap oleh suspensi macpherson cukup optimal mengingat tergolong suspensi bebas. Berikut beberapa komponen yang dimiliki suspensi ini:

a. Pegas Coil
Memiliki bentuk berupa baja yang melingkar atau disebut juga dengan per. Pegas memiliki daya elastis yang tinggi sehingga mampu menahan getaran dan hentakan yang mungkin ditimbulkan oleh mobil. Namun, kinerjanya juga didukung oleh komponen lain.

b. Shock Absorber
Memiliki tugas utama untuk menyempurnakan fungsi pegas sehingga diletakkan di dalam pegas. Fungsi shock absorber adalah untuk mengatasi pantulan balik dari pegas yang dapat menimbulkan gerakan atau hentakan yang terjadi secara tiba-tiba.

c. Lower Arm
Komponen lain dalam suspensi macpherson adalah lower arm. Fungsi utama dari komponen ini adalah menjadi penghubung antara bodi mobil dan bagian roda. Bentuknya yang berupa engsel akan dengan mudah menyangga beban yang diterima.

d. Ball Joint
Selain lower arm, terdapat pula ball joint yang berupa engsel dengan jangkauan hingga 3600. Dengan jangkauan yang selebar itu, maka ball joint mampu bergerak ke segala arah untuk menahan beban yang datang. Selain itu, berkat adanya ball joint, roda mobil dapat bergerak dengan leluasa.

e. Knuckle Arm
Komponen selanjutnya merupakan wadah bagi komponen dalam sistem suspensi. Dengan adanya knuckle arm maka komponen seperti lower arm dan shock breaker akan memiliki counternya sendiri.
f. Stabilizer
Fungsi dari stabilizer adalah menjaga kestabilan bodi mobil sehingga tidak terpengaruh oleh gerakan atau hentakan. Stabilizer dipasang di antara shock absorber dan bodi.

Suspensi Double Wishbone
Double wishbone tergolong suspensi depan yang independen seperti halnya macpherson namun memiliki tampilan yang lebih besar. Kerangkanya juga lebih rumit dibanding dengan macpherosn. Suspensi ini dilengkapi dengan dua jenis lengan yaitu lower arm dan upper arm. Berkat adanya dua lengan tersebut, maka roda akan bergerak dengan lebih seimbang ke arah vertikal.

Suspensi Rigid
Apabila mencari jenis suspensi kuat yang mampu menahan beban begitu berat maka jawabannya adalah suspensi rigid. Ketahanan yang dimiliki oleh suspensi rigid dihasilkan dari adanya tambahan penyangga yang dipasang di antara roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri. Jenis suspensi yang termasuk suspensi dependen ini dapat digunakan pada bagian depan maupun belakang mobil.

Suspensi rigid tersusun dari beberapa komponen, antara lain:
a. Pegas daun dalam suspensi rigid memiliki bentuk yang memanjang. Agar kekuatannya bertambah, maka pegas disusun secara bertingkat. Oleh sebab itu, penyerapan getaran dapat dilakukan dengan lebih optimal;
b. Shock absrober terpasang di antara bodi mobil dan rigid block. Fungsi utamanya adalah untuk membantu pegas dalam menekan getaran atau hentakan yang timbul. Dengan adanya shock absorber, getaran yang mungkin berasal dari daya pantul pegas juga akan diredam.
c. Rigid block merupakan balok yang berada di antara roda bagian kanan dan bagian kiri pada bagian depan. Komponen ini dapat meningkatkan ketahanan suspensi.
d. Stabilizer berfungsi untuk menjaga kestabilan mobil sehingga tetap steady.

Suspensi Multi-link
Fungsinya sama seperti lengan suspensi yakni menunjang pergerakan roda saat menyerap getaran. Jumlah link-link tersebut pun cukup banyak.

Suspensi Torsion Beam
Bentuk rigid pada torsio beam tidak hanya memanjang, namun berbentuk menyerupai huruf ‘H’. Kelebihannya adalah ayunan roda akan lebih leluasa sehingga kendaraan melaju lebih baik.

Banyaknya jenis dan komponen suspensi merupakan upaya yang dilakukan demi menciptakan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Oleh sebab itu, maka sebagai pengguna sebaiknya kerap memeriksa bagian dalam kendaraan termasuk sistem suspensi mobil agar kinerjanya terjaga dengan sempurna dan sangat lancar.